Kloter Pertama Jemaah Haji Asal Kota Kendari Bakal Diberangkatkan Pada Bulan Mei

Kloter Pertama Jemaah Haji Asal Kota Kendari Bakal Diberangkatkan Pada Bulan Mei

KENDARI, BULETINSULTRA.COM – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kendari, H. Sunardin, menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan pelayanan haji tahun 1447 H / 2026 M.

Hal ini disampaikan saat mendampingi Wali Kota Kendari dalam pembukaan bimbingan manasik haji di Aula Asrama Haji Kendari, Kamis, 26 Maret 2026.

Sunardin menjelaskan bahwa pembentukan kementerian baru ini bertujuan agar fokus layanan hanya tercurah pada urusan haji dan umrah.

Ia menjanjikan pelayanan yang lebih maksimal dengan dukungan petugas yang telah dilatih secara khusus.

“Para petugas PPIH Arab Saudi telah mendapatkan pelatihan intensif dari unsur TNI dan Polri untuk memastikan kesiapsiagaan di lapangan,” kata H.Sunardin.

Lanjut dia, layanan tahun ini mengusung semangat ramah lansia, disabilitas, dan perempuan. Sunardin mengistilahkan layanan tahun ini sebagai “super ketat” demi memastikan kenyamanan seluruh jemaah.

Selain fokus pada pelayanan di tanah suci, Sunardin memastikan bahwa seluruh hak jemaah di tanah air akan segera terpenuhi setelah rangkaian manasik selesai.

“Jemaah akan menerima hak berupa koper, syal, dan perlengkapan lainnya. Selain itu, ada juga bimbingan mencakup aspek kesehatan, fikih haji, diskusi, hingga praktik langsung,” kata Sunardin.

Ia menambahkan, berbeda dengan tahun sebelumnya, praktik haji akan dilakukan secara berkelompok berdasarkan regu dan rombongan masing-masing untuk simulasi perjalanan dari Kendari hingga ke tanah suci.

Berdasarkan pemeriksaan Dinas Kesehatan, seluruh 545 jemaah asal Kota Kendari dinyatakan memenuhi standar kesehatan dan telah menjalani imunisasi meningitis serta polio.

Jadwal keberangkatan pun telah ditetapkan dalam empat kloter:

  1. Kloter 32 (Penerbangan Pertama): Dijadwalkan berangkat pada 12 Mei 2026 menuju Embarkasi Makassar.
  2. Kloter 34 dan Seterusnya: Akan diberangkatkan secara bertahap pada 14 Mei 2026.

Sunardin menjelaskan bahwa pemisahan kloter ini dilakukan karena keterbatasan kapasitas tempat di embarkasi, meski pemerintah daerah berharap jemaah bisa berangkat bersamaan.

Comments (0)
Add Comment