KENDARI, BULETINSULTRA.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari La Ode Muhammad Inarto, S.T., menghadiri kegiatan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kendari ke-195 tahun, Sabtu 9 Mei 2026.
Ketua DPRD Kota Kendari tampil gagah saat mengenakan baju adat suku tolaki berwarna biru dengan aksen emas bermotif khas suku tolaki.
Upacara peringatan HUT Kota Kendari ke-195 tahun di laksanakan di lapangan upacara kantor Wali Kota Kendari dengan khidmat dan dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (RI) Komjen Pol (Purn.) Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M.
Dalam kegiatan tersebut juga Ketua DPRD Kota Kendari ditemani oleh Wakil Ketua II DPRD Irmawati beserta anggota DPRD antara lain Hetty Saranani, H. Samsuddin Rahim, H. Jumran, Laode Azhar, Simon Mantong, Arsyad Alastum, Hasbulan, Apriliani Puspitawati, Fitri Yanti Rifai, Fadhal Rahmat, Saharuddin, dan La Yuli.
Upacara diawali dengan pemutaran video dokumenter yang mengangkat perjalanan sejarah terbentuknya Kota Kendari hingga berkembang menjadi pusat perdagangan, jasa, dan pemerintahan di Sulawesi Tenggara.
Ketua DPRD Laode Muhammad Inarto saat ditemui menyampaikan, apresiasi yang tinggi kepada Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wijayagus yang telah berkenan menjadi pemimpin upacara.
“Kita merasa sangat terhormat dengan kesempatan yang diberikan kepada Kota Kendari, di mana Wakil Menteri Dalam Negeri dapat langsung menghadiri dan memimpin upacara peringatan HUT ke-195 ini. Hal ini menjadi bukti bahwa perkembangan Kota Kendari terus mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat,” kata Inarto.
Politisi Partai Golkar ini juga memuji, Berbagai capaian yang telah dicapai Kota Kendari, yang disebutkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri dalam sambutannya. Seperti pertumbuhan ekonomi mencapai 5,16 persen yang melampaui rata-rata nasional.
Inarto bilang, Inflasi yang berhasil dijaga di angka 2,96 persen melalui kerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 86,36 yang menempatkan Kota Kendari di posisi keenam nasional menjadi bukti nyata kemajuan daerah. Pendapatan per kapita masyarakat juga tercatat sebesar Rp 85,16 juta.
“Kita sangat bangga dengan capaian ini yang menunjukkan bahwa pembangunan di Kota Kendari berjalan dengan baik dan dirasakan oleh masyarakat. Semua ini tidak terlepas dari kerja sama yang erat antara pemerintah dan DPRD, serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa posisi strategis Kota Kendari sebagai gerbang logistik, perdagangan, dan jasa di kawasan Jazirah Sulawesi Tenggara menjadi potensi besar yang harus terus dioptimalkan. Potensi ekonomi biru melalui Teluk Kendari juga diharapkan dapat memperkuat sektor pariwisata bahari dan distribusi komoditas unggulan daerah.
Menurut Inarto, Momentum HUT tahun ini semakin istimewa karena bertepatan dengan penyelenggaraan UCLG ASPAC 2026 Conference. Agenda internasional tersebut menjadi bentuk kepercayaan dunia kepada Kota Kendari yang harus terus dijaga dan dipertanggungjawabkan dengan baik.
Sementara itu, Dalam amanatnya, Wakil Menteri Dalam Negeri menyampaikan salam hangat dan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, insan pers, dan seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kota Kendari hingga memasuki usia ke-195 tahun.
“Semangat kolaborasi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak inilah yang menjadi pilar utama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, transparan, dan akuntabel,” ujar Akhmad Wiyagus.
Ia mengatakan, peringatan HUT Kota Kendari tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan momentum penyelenggaraan United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) 2026 di Kendari.
Menurutnya, kepercayaan internasional tersebut menjadi pengakuan atas kapasitas Kota Kendari sebagai kota penyelenggara kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) bertaraf internasional.
“Tema HUT tahun ini, ‘Bersatu dalam Kerukunan, Maju dalam Pembangunan, Mendunia Bersama Kota Kendari’, sangat relevan dengan capaian dan perkembangan Kota Kendari saat ini,” katanya.
Dalam sambutannya, Wamendagri juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Kendari yang mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri. Di antaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,16 persen yang melampaui rata-rata nasional, tingkat inflasi terkendali di angka 2,96 persen, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 86,36 yang menempatkan Kendari di posisi keenam secara nasional.
Selain itu, pendapatan per kapita masyarakat Kota Kendari disebut telah mencapai Rp85,16 juta, yang dinilai sebagai hasil nyata investasi pemerintah pada sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Akhmad Wiyagus juga menyoroti posisi strategis Kota Kendari sebagai gerbang logistik, perdagangan, dan jasa di jazirah Tenggara Sulawesi. Potensi ekonomi biru melalui pengembangan kawasan Teluk Kendari dinilai mampu mendorong sektor pariwisata bahari, hilirisasi jasa, serta penguatan konektivitas pelabuhan modern.
“Kendari memiliki segala syarat untuk bertransformasi menjadi episentrum ekonomi kreatif dan pusat industri MICE di kawasan Timur Indonesia,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung program prioritas nasional dan Asta Cita, khususnya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, pembangunan infrastruktur berkualitas, pengembangan kota berkelanjutan, dan inovasi di bidang pendidikan vokasi serta penguatan nutrisi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri turut menyerahkan bantuan dari Baznas kepada 195 pelaku UMKM Kota Kendari sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat lokal. (ADV/RZ).
